LEGALITAS LENGKAP AMAN DAN TERPERCAYA SEJAK 2009 DI LAYANAN ONLINE

02/02/13

Perbedaan karyawan dan pengusaha

Beberapa tahun terakhir ini muncul fenomena menarik di masyarakat, yaitu karyawan yang berkeinginan menjadi pengusaha. Beragam alasan mengapa mereka ingin alih profesi dari karyawan menjadi pengusaha, dan semua alasan tersebut sah-sah saja. Pastinya, suatu alasan dengan tujuan agar kehidupan lebih sejahtera

Sebelum menjadi pengusaha, penulis juga berprofesi sebagai karyawan selama puluhan tahun. Salah satu proses penting yang harus dijalani, ketika penulis alih profesi menjadi pengusaha, adalah membangun pondasi karakter dan mengasah pola pikir sebagai pengusaha yang mengusung “kebebasan” bertindak kreatif dan inovatif. Dan pada saat yang sama, harus melepas karakter dan pola pikir karyawan yang selalu ingin “aman”.

Sebelum mengambil keputusan alih profesi, sekaligus sebagai bekal selama masa transisi, simak perbedaan karakter karyawan dan pengusaha di bawah ini :

Tujuan (motif) utama
Karyawan cenderung memiliki dorongan untuk mendapatkan promosi karir, kekuasaan, prestise, dan penghargaan normatif lainnya. Pengusaha terdorong untuk mendapatkan kemandirian (independensi, kebebasan), finansial, kreativitas, dan kesempatan untuk menciptakan sesuatu (inovasi) yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menyikapi risiko
Karyawan pada umumnya sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, menghindari kesalahan, dan tidak siap untuk menghadapi hal-hal di,luar dugaan. Pengusaha adalah orang yang selalu siap “mengelola” dan bertemu risiko, serta tidak takut menghadapi kegagalan ataupun kesalahan. Justru dengan kegagalan dan kesalahan tersebut, pengusaha akan semakin ulet, cerdas, serta kreatif dalam mencari solusi. Meskipun berani menanggung risiko, pengusaha bukan seorang penjudi (orang yang hanya mengandalkan nyali dan keberuntungan). Sikap berani mengambil risiko yang dimiliki seorang pengusaha adalah kombinasi antara hasil perhitungan determinasi untuk bertindak (eksekusi). Kombinasi inilah yang disebut risiko yang terukur (calculated risk taking).
Orientasi pikiran
Karyawan cenderung berpikir secara jangka pendek, misalnya mencapai target penjualan atau anggaran bulanan. Pengusaha berorientasi jauh ke depan (visioner), selalu berpikir dan menyiapkan strategi pertumbuhan bisnisnya untuk jangka waktu lima, sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang. Implikasi dari pemikiran jangka panjang ini, seorang pengusaha yang tangguh juga terlatih untuk memupuk kesabaran dan keuletan di dalam dirinya. Sabar dan ulet untuk menggapai impiannya, tahap demi tahap pertumbuhan bisnisnya.

Pengusaha jelas bukan pemimpi yang berharap agar besok pagi setelah bangun tidur, mendadak menjadi pengusaha sukses sekelas konglomerat. Pengusaha sejati sangat meyakini, bahwa kesuksesan bisnis adalah proses panjang, bukan sesuatu yang instan. Pada akhirnya, mengelola bisnis adalah bersabar, serta berani memulai dari skala kecil.

*) Penulis Bambang Triwoko Owner BETIGA Klaten

Terima kasih telah mengunjungi website SablonManual.Com
Judul artikel : Perbedaan karyawan dan pengusaha
Ditulis oleh : Heksa Agus S
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Perbedaan karyawan dan pengusaha ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Ditulis Oleh : Heksa Agus S // 14.22
Kategori: